About life on and off screen

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Los Vivancos. Imagine lying on that abs... :))

Madrid Yang Seksi

15 Comments

Kami bertiga tiba di Madrid disambut oleh hujan gerimis yang membuat malam semakin dingin. Tapi suasana jalanan utama Gran Via yang semarak membuat kami enggan langsung menuju penginapan. Di sini sangat terasa atmosfer kota metropolitan yang denyut kehidupannya masih berdegup kencang menjelang tengah malam. Musim semi di Madrid suhu sudah mulai hangat, kecuali saat hujan turun disertai terpaan angin dingin. Satu hal yang agak mengejutkan saya adalah banyaknya pengemis dan tuna wisma di trotoar jalan utama Madrid. Saya menduga ini terkait perekonomian Spanyol yang tengah lesu, dengan angka pengangguran yang meningkat hingga 24 %.

 Jeritan perut yang lapar membuat kami menelisik   tempat-tempat makan yang sebagian besar menawarkan tapas, makanan khas Spanyol. Satu hal yang menarik perhatian saya adalah etalase dengan neon merah menyala berbunyi Museo Del Jamon. Dari namanya saya pikir ini semacam istana/tempat hiburan. Tapi setelah kami dekati, ternyata ini adalah rumah makan yang menjual aneka rupa daging! Sayangnya bagi saya, melihat display berupa deretan paha sapi yang digantung-gantung bukannya menerbitkan selera makan, malah bikin muntah. Rasanya seperti berada di dalam rumah jagal.

Kota Tua Yang Modern

Pagi pertama di Madrid kami mulai dengan berjalan kaki menyusuri Gran Via hingga Puerta del Sol, salah satu ruang terbuka publik yang selalu ramai dan terkenal dengan patung beruangnya itu. Area ini adalah bagian dari kota tua Madrid, dengan gedung-gedung megah berusia ratusan tahun, jalanan dari batu dan lorong-lorong sempit khas kota tua Eropa. Sentuhan modern baru terasa saat kita mencermati merk-merk internasional bertengger di pintu-pintu bangunan tua yang difungsikan sebagai toko. Terletak di lorong yang hanya boleh dilalui pejalan kaki, berderetlah toko-toko Zara, Mango, H&M, Vodaphone, hingga Football Mania. Khusus di Zara dan Mango yang sempat saya masuki, koleksinya jauh lebih beragam dari yang di Jakarta dengan harga yang lebih murah. Cewek-cewek yang doyan belanja fashion items pasti betah disini :)

Mengunjungi Madrid belum sah kalau tidak masuk ke berbagai museum seni yang bertebaran di sini. Tujuan pertama tentu Paseo Del Arte El Prado, museum fine art terbesar di Madrid, dengan tiket terusan yang juga bisa dipakai di museum modern art Reina Sofia dan museum Thyssen Bornemisza. Sebenarnya museum-museum ini gratis tiket masuknya pada hari tertentu dan udah 2 jam menjelang tutup. Tapi waktu kami di sini terbatas dan dua jam mana cukup? Coba saya tinggal lama di Madrid, kan bisa bolak-balik datang di jam gratisan itu untuk menjelajahi isi museum. Mungkin penggratisan itu dibuat agar warga Madrid dari berbagai kalangan bisa menikmati seni.

ImageMaka kami pun tergaga-gaga melihat ribuan koleksi Museo Del Prado yang luar biasa itu. Teman kami Edmond yang lulusan seni rupa IKJ merasa menemukan arti hidup di sini. Katanya, berbagai teori seni murni semasa kuliah yang dulu dia telan bulat-bulat, sekarang jadi punya makna. Maka Edmond pun dengan senang hati menjadi guide bagi saya dan Yusuf. Empat jam terbukti masih kurang untuk mengelilingi seluruh sudut museum yang sangat luas ini. Sayang sekali di Jakarta belum ada museum fine art semacam ini. Mungkin karena di Indonesia lukisan dan karya seni lebih banyak dimiliki oleh kolektor pribadi?

Pantat Seksi Cowok-cowok Madrid

 Mumpung di Spanyol, kami jelas ingin nonton tari   Flamenco. Carolina, teman baru kami di Madrid, merekomendasikan Los Vivancos show yang katanya sangat bagus. Setelah membeli tiket online, maka berangkatlah kami ke gedung teater pukul 8 malam dengan matahari yang masih terang. Carolina tidak melebih-lebihkan.

Los Vivancos yang konon adalah 7 pria bersaudara, tampil memukau dalam drama tari flamenco dengan sentuhan ballet dan gerakan gymnastic penuh tenaga. Sembilan puluh menit terasa begitu cepat berlalu melihat 7 pria berbadan ala model Calvin Klein yang menggoyang badannya dengan tempo tinggi. Apalagi ketika mereka mulai membuka baju, lalu membelakangi penonton dan menggoyangkan pinggul dengan celana ketatnya…WOW! Tak heran penonton yang ternyata didominasi kaum hawa menjeri-jerit histeris setiap kali satu babak tarian usai.
Image

Nonton Langsung Di Santiago Bernabeu

Sejak naik pesawat ke Madrid, kami satu pesawat dengan sekitar 20an orang suporter Bayer Muenchen. Mereka ini kelakuannya mengingatkan saya pada Jakmania dan Aremania yang sepanjang jalan tak henti bersorak dan bernyanyi mendukung timnya. Menjelang pendaratan, kabin pesawat mendadak riuh oleh nyanyian mereka. Setibanya di bandara Madrid sudah terasa sekali betapa besar kecintaan warga negeri Juan Carlos ini pada sepak bola. Apalagi mereka menjuarai Piala Dunia 2010 lalu. Toko souvenir klub sepak bola, billboard dan poster dengan tampang pemain bola bertebaran di segenap penjuru kota. Jelas kami tidak melewatkan nonton langsung semi final Champions League antara Real Madrid melawan Bayern Muenchen 26 April lalu.

Madrid punya sistem transportasi yang sangat bagus, dengan jaringan metro dari bandara ke seluruh kota, termasuk ke stadion Santiago Bernabeu. Meskipun saya tidak berbahasa Spanyol, tapi petunjuk dan peta rute metro ini sangat jelas, macam peta tube di London atau MRT di Singapura. Pukul 7 malam sampailah kami di depan Santiago Bernabeu yang sudah menjadi lautan suporter meskipun pertandingan baru mulai pukul 8.30 malam. Wiiih…saya sampai merinding merasakan antusiasme para pendukung Real Madrid yangtak habis-habisnya bersorak entah apa. Di dalam stadion, kami mendapat nomor tempat duduk yang strategis, di deretan tengah dan tidak terlalu tinggi sehingga masih terlihat jelas wajah ganteng Kaka yang baru turun di babak kedua. Ya, tujuan utama saya nonton pertandingan ini memang agar bisa menatap langsung kegantengan Kaka. Bahwa ternyata kedua tim bermain bagus dan pertandingan berjalan sangat seru hingga perpanjangan waktu dan harus diakhiri dengan adu penalty, buat saya itu bonus… Hehehehe…


Catatan:
Tiket Ryan Air Brussels-Madrid return: 95 €
Metro Madrid per trip: 1.5 € atau 10 trip 12 €
Metro Madrid aeroporto additional fee 3 €
Tiket terusan 3 museum:  21.6 €
Tiket Los Vivancos show: 27 €
Tiket semi final Champions League Real Madrid vs Bayern Muenchen: 290 €
Official football jersey: 75 €
Consigna (titip tas di stasiun) perhari: 1.3 €
Makan perorang perhari: 15 €
Hostel perorang permalam: 11 €

About these ads

Author: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

15 thoughts on “Madrid Yang Seksi

  1. Waduh fotonya kok miriiing… ntar dibenerin deh, udah buru2.

  2. Madrid maju banget yaaa #yaiyalah
    Aku suka gedung-gedungnyam keren. Tapi sayang minim foto mbakyu. Tambahin donk!

    Kalau jalan-jalan ke mana aja, pastinya yg gratisan dulu ya yg lebih dulu harus dikunjungi. Yang bayar belakangan aja :D

  3. sayang madridnya kalah ya mba, hehehe

  4. foto-fotonya bikin makin pengen ke Madrid.. *ngimpi

  5. Aku mau kesana suatu saat nanti. *mengepalkan tangan di udara*

  6. iri pengen ke santiago bernabeu juga huhuhuhu….

    *mulai nabung*

  7. pokoknya Muenchen ! #halah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 7,999 other followers